BISMILLAH......
Dalam beberapa riwayat, cerita mengenai kepemimpinan Umar bin Khattab
yang patut diteladani umat tak diragukan lagi. Salah satunya ketika
khalifah ini tengah menghadapi istrinya.
Alkisah, ada seorang
lelaki yang ingin curhat mengenai masalah rumah tangganya kepada Umar
bin Khattab. Lelaki itu mengeluh dengan tabiat istrinya yang kerap
marah-marah tanpa alasan yang jelas.
Sayangnya, acap kali
berkunjung ke rumah Umar, lelaki itu tak pernah bertemu secara langsung.
Setiap lelaki itu datang, Umar sudah lebih dahulu keluar rumah.
Dalam
kunjungan selanjutnya, kebetulan Umar tengah berada di kediamannya.
Namun belum sampai masuk rumah Umar, langkah lelaki itu terhenti
sejenak. Setelah tanpa sengaja mendengar Umar tengah di marahi oleh
istrinya.
"Bagaimana denganku, seorang Amirul Mukminin saja seperti itu?" ucap lelaki itu dalam hati seraya memikirkan masalahnya.
Tak
berapa lama, lelaki itu segera pergi meninggalkan rumah Umar. Meski
begitu, Umar telah lebih dulu mengetahui kedatangan lelaki tersebut.
"Ada apa keperluanmu?" seru Umar.
"Amirul
Mukminin, aku datang untuk mengadukan perangai istriku dan sikapnya
yang buruk kepadaku. Tetapi aku mendengar hal yang sama pada istrimu,"
kata lelaki itu.
Apa yang dilakukan Umar setelah mendengar
perkataan lelaki itu? Umar malahan memberikan pengalaman hidupnya saat
menghadapi kriteria istri seperti itu.
"Wahai, saudaraku, bagaimanapun aku tetap sabar menghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku."
Bahkan,
Umar mengatakan, istrinya merupakan sosok penting dibalik kehidupannya
di dunia. "Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena istriku yang
membuat aku tentram di sampingnya."
Umar malah memberikan kiat
menghadapi istri yang mempunyai karakter sikap demikian. "Wahai, Amirul
Mukminin, istriku juga demikian," kata lelaki itu.
"Maka, hendaknya engkau mampu menahan diri karena yakinlah hal tersebut hanya sebentar saja," kata Umar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar