Bismillah.....
Berkata Lemah Lembut Kepada Ibu dan Ayah
Ibu dan ayah adalah kedua orang tua
yang sangat besar jasanya kepada anaknya. Jasa mereka harum sepanjang
jalan. Sepatutnya kita menghormati mereka dan bertutur yang baik dan
sopan.
Dalam sebuah hadits pun diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab “Al
Jami’ush-Shahih” dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda: “Tidak
akan (dapat) membalas seorang anak kepada orang tuaya, kecuali si anak
itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya, kemudian si anak
membelinya dan memerdekakannya,”
segala sikap orang tua terutama ibu memberikan refleksi yang kuat
terhadap sikap si anak. Dalam hal berkata pun demikian, apabila si ibu
sering menggunakan kata-kata halus kepada anaknya, si anak pun akan
berkata halus. sebaliknya jika orang tua berkata kasar, maka anak akan
meniru seperti kedua orang tuanya. Karena seorang anak akan mudah meniru apa yang paling dekat dengannya.
Namun di samping itu seorang anak pun harus memperhatikan sikap terhadap
kedua orang tua. Dalam ayat 23 dan 24 surat al-isra’, Allah
memerintahkan setiap manusia untuk berkata mulai dan merendahkan diri
terhadap orang tua. Karena jikalau kita berkata menyinggung hati dan
melukai ibu dan atau ayah adalah perbuatan durhaka kepadanya disebut
“Uquuqul-Qalidain. Durhaka kepada orang tua adalah termasuk dosa besar,
namun jikalau kita meminta maaf kepada orang tua kita, dosa kita akan
dihapuskan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar, bahwa
Thailasah berkata: “Aku bersama orang-orang yang menolong. Kemudian aku
merasa berdosa, dan aku kira dosa itu tidak lain adalah dosa besar.
Kemudian aku datang kepada Ibnu Umar aku menceritakan kepadanya, Ibnu
Umar berkata: “Apakah perbuatan itu?” Aku menerangkan demikian-demikian.
Kemudian Ibnu Umar berkata lagi: “Itu bukan dosa besar”.
Dosa-dosa besar itu ada sembilan yaitu diantaranya:
1. Berbuat syirik kepada Allah
2. Membunuh Orang
3. Lari dari pertempuran agama Allah
4. Menuduh orang berzina
5. Memakan Riba
6. Memakan harta anak yatim
7. Melanggar kehormatan di masjid
8. orang yang memaksa
9. Durhaka kepada kedua orang tua
Dari hal-hal yang disebutkan di atas. Durhaka kepada orang tua termasuk
hal dosa besar. Kewajiban seorang anak haruslah berbakti dan meredahkan
suara.
Dalam Al-Qur'an banyak didapati ayat-ayat Allah yang menyatakan untuk selalu berbuat baik kepada orang tua yaitu :
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ
كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا
قَوْلًا كَرِيمًا . وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنْ الرَّحْمَةِ
وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا .الإسراء 23- 24
Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik
pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan
“ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia.” (Al Isra(17):23)
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا
تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا .الأنعام : 151
yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, (Al-An’am 151).
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ
سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ
بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [ لقمان 15
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu
yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti
keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah
jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah
kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي
عَامَيْنِ أَنْ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ [ لقمان
14]
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Marilah para sahabat kita merawat orang tua kita sebaik-baiknya, dan
senantiasa mendahulukan kepentingan mereka. Merupakan suatu kesalahan
bila terlalu memanjakan anak dan pasangan tetapi mengacuhkan kepentingan
orang tua yang seharusnya dijunjung tinggi dalam suatu keluarga. Orang
tua memang membutuhkan materi (uang) tetapi masih ada yang lebih penting
bagi mereka yaitu kasih sayang. Menyapa, menanyakan kabar mereka,
kesehatan mereka, apa yang mereka inginkan merupakan suatu hal sepele
namun berarti besar bagi mereka.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ
كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا
قَوْلًا كَرِيمًا . وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنْ الرَّحْمَةِ
وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا .الإسراء 23- 24
Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik
pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan
“ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia.” (Al Isra(17):23)
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا
تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا .الأنعام : 151
yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, (Al-An’am 151).
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ
سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ
بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [ لقمان 15
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu
yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti
keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah
jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah
kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي
عَامَيْنِ أَنْ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ [ لقمان
14]
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Marilah para sahabat kita merawat orang tua kita sebaik-baiknya, dan
senantiasa mendahulukan kepentingan mereka. Merupakan suatu kesalahan
bila terlalu memanjakan anak dan pasangan tetapi mengacuhkan kepentingan
orang tua yang seharusnya dijunjung tinggi dalam suatu keluarga. Orang
tua memang membutuhkan materi (uang) tetapi masih ada yang lebih penting
bagi mereka yaitu kasih sayang. Menyapa, menanyakan kabar mereka,
kesehatan mereka, apa yang mereka inginkan merupakan suatu hal sepele
namun berarti besar bagi mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar